Indikasi Harga Bensin Kembali Naik dan Antrean BBM di Sejumlah Daerah: Motor Listrik Jadi Solusi Mobilitas Hemat
Kekhawatiran harga bensin naik kembali menjadi perhatian masyarakat.
Gejolak harga minyak mentah dunia berpotensi memberikan tekanan terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia. Pada saat yang sama, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU juga terjadi di beberapa wilayah dan membuat sebagian masyarakat harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM.
Kondisi tersebut membuat biaya dan efisiensi mobilitas sehari-hari kembali menjadi pertimbangan penting. Bagi pengguna sepeda motor yang berkendara hampir setiap hari, kendaraan listrik dapat menjadi salah satu alternatif karena kebutuhan energinya tidak bergantung langsung pada pengisian bensin di SPBU.
Harga Bensin Naik? Pertamax Berpotensi Mencapai Rp18.000–Rp20.000 per Liter
Isu harga bensin naik hingga kisaran Rp18.000–Rp20.000 per liter bukan sepenuhnya rumor. Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai potensi atau skenario, bukan harga Pertamax yang sudah berlaku saat ini.
Mengutip dari detikcom, apabila harga minyak dunia terus bertahan tinggi dan tidak menunjukkan penurunan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dapat berada di kisaran Rp18.000–Rp20.000 per liter. Pernyataan tersebut muncul ketika harga minyak dunia sempat menembus sekitar US$108 per barel.
Meski demikian, berdasarkan laporan ANTARA pada 14 September 2026, harga Pertamax di Jabodetabek masih berada di level Rp15.950 per liter. Pertamax Turbo telah berada di Rp19.600 per liter dan Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter. Artinya, belum tepat apabila disebut bahwa Pertamax sudah naik menjadi Rp18.000–Rp20.000 per liter.
Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak hingga kondisi daya beli masyarakat. Karena itu, perkembangan harga energi global masih menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan masyarakat.
Antrean BBM Terjadi di Sejumlah Daerah
Selain kekhawatiran harga bensin naik, persoalan lain yang belakangan menjadi perhatian adalah antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Namun, kondisi ini tidak sebaiknya langsung disebut sebagai kelangkaan BBM nasional. Pertamina menyatakan stok BBM secara umum tersedia dan mencukupi, sementara antrean di beberapa daerah antara lain dipengaruhi pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi menuju Pertalite dan Biosolar serta kendala distribusi dan kapasitas pelayanan SPBU.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, ANTARA melaporkan antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU dan sebagian pengguna harus menghabiskan waktu berjam-jam. Antrean yang sebelumnya didominasi kendaraan pengguna Solar kemudian merembet ke pengguna Pertalite dan Pertamax, termasuk mobil pribadi dan sepeda motor. Di beberapa titik, antrean bahkan sempat memanjang hingga badan jalan.
Kondisi serupa terjadi di Situbondo, Jawa Timur. Pada 7 September 2026, detikJatim melaporkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU mengular hingga beberapa kilometer. Salah seorang pengendara sepeda motor mengaku membutuhkan waktu sekitar dua jam, dari pukul 19.00 hingga sekitar pukul 21.00, untuk mendapatkan BBM.
Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, antrean motor dan mobil pada 8 September 2026 dilaporkan mencapai sekitar satu kilometer. Seorang warga menyebut rata-rata waktu menunggu dapat mencapai tiga jam untuk mendapatkan Pertalite.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa selain harga, waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh energi bagi kendaraan juga mulai menjadi bagian dari perhitungan biaya mobilitas sehari-hari.
Motor Listrik Jadi Alternatif Saat Harga Bensin Naik

Ketika harga bensin naik, pengeluaran kendaraan berbahan bakar minyak ikut berpotensi meningkat. Motor listrik menawarkan pola penggunaan energi yang berbeda karena pengisian daya dapat dilakukan dari listrik rumah menggunakan perangkat charging yang sesuai.
Bagi pengguna dengan mobilitas harian rutin, pengisian baterai dapat dilakukan ketika kendaraan sedang tidak digunakan, misalnya pada malam hari. Dengan demikian, pengguna tidak perlu selalu melakukan perjalanan khusus menuju SPBU hanya untuk mendapatkan energi bagi kendaraan.
Indomobil eMotor menawarkan beberapa pilihan kendaraan listrik dengan kapasitas baterai yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas. QT menggunakan baterai 1,44 kWh, QT Pro 2,88 kWh, sedangkan Adora, Sprinto, dan Tyranno menggunakan baterai 2,45 kWh. Tyranno X memiliki kapasitas baterai lebih besar, yaitu 3,456 kWh.
Dengan kapasitas baterai tersebut, biaya energi untuk sekali pengisian penuh berada pada kisaran beberapa ribu rupiah, tergantung model kendaraan, kapasitas baterai, efisiensi proses charging, golongan listrik rumah, serta tarif PLN yang berlaku.
Keunggulan Indomobil eMotor untuk Mobilitas Harian
| Keunggulan | Indomobil eMotor |
| Pengisian daya | Dapat dilakukan di rumah menggunakan charger sesuai spesifikasi kendaraan |
| Biaya energi | Beberapa ribu rupiah per pengisian penuh, tergantung model dan tarif listrik |
| Fast charging | Tersedia gratis di dealer resmi tertentu |
| Jaringan dealer | 155 dealer Indomobil eMotor |
| Pilihan kendaraan | QT, QT Pro, Adora, Sprinto, Tyranno, dan Tyranno |
| Jarak tempuh | Hingga 160 km pada Tyranno X dalam kondisi pengujian yang ditentukan |
Salah satu keuntungan utama motor listrik adalah fleksibilitas pengisian daya. Pengguna dapat melakukan charging di rumah sehingga kendaraan dapat kembali digunakan pada hari berikutnya tanpa harus mengantre di SPBU.
Untuk kebutuhan perjalanan dengan intensitas lebih tinggi, Indomobil eMotor juga telah mengembangkan jaringan fast charger di lebih dari 50 dealer resmi per Agustus 2026. Fasilitas tersebut tersedia di dealer tertentu dan dapat digunakan sebagai alternatif pengisian daya yang lebih cepat dibandingkan pengisian standar di rumah.
Selain fasilitas charging, Indomobil eMotor saat ini didukung oleh 155 jaringan dealer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk kebutuhan pembelian kendaraan, servis, test ride, dan layanan purna jual.
Lebih dari Sekadar Menghindari Harga Bensin Naik
Beralih ke motor listrik bukan hanya tentang menghindari kemungkinan harga bensin naik. Bagi pengguna dengan mobilitas harian tinggi, keputusan tersebut juga berkaitan dengan efisiensi biaya energi, kemudahan pengisian daya, waktu yang digunakan untuk mendapatkan energi, serta kebutuhan perawatan kendaraan.
Kondisi harga BBM dunia dapat terus berubah. Antrean di SPBU juga dapat kembali normal setelah distribusi dan pelayanan diperbaiki. Namun, kendaraan listrik menawarkan satu alternatif tambahan bagi masyarakat yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap bensin dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan pilihan model mulai dari QT dan QT Pro hingga Adora, Sprinto, Tyranno, dan Tyranno X, Indomobil eMotor menghadirkan berbagai pilihan motor listrik sesuai kebutuhan mobilitas pengguna.
Ingin mengetahui motor listrik yang paling sesuai dengan kebutuhan harian Anda? Kunjungi dealer Indomobil eMotor terdekat, konsultasikan kebutuhan perjalanan Anda, dan rasakan langsung pengalaman berkendara melalui test ride dengan mengunjungi website resmi Indomobil eMotor di tautan berikut.
Artikel Terkait
Motor Listrik Aman Banjir? Kenali Fakta Keamanannya Saa...
Musim hujan menjadi salah satu tantangan mobilitas masyarakat Indonesia. Hujan deras, jalan basah, hingga genangan air k...
Lebih Lanjut
Waktu Charging Jadi Kendala Ojol Pakai Motor Listrik? I...
Penggunaan motor listrik untuk ojol (ojek online) sering kali disorot karena menawarkan penghematan biaya operasional ha...
Lebih Lanjut
Rekomendasi Motor Listrik 15–20 Jutaan 2026: Mending In...
Permintaan akan motor listrik 15–20 jutaan terus meningkat seiring kebutuhan masyarakat akan transportasi harian yang he...
Lebih Lanjut